Kemarin, tidak banyak hal yang terjadi. Kau dan aku menghabiskan waktu seperti biasa. Bertengkar sepele seperti biasa. Semuanya sama seperti biasa, biasa-biasa saja. Namun andai saja hati punya jendela, kita bisa menilik kedalamnya, ia sedang berjalan mondar-mandir diruang tamunya, cemas akan sesuatu. Hati kita sedang resah. Ternyata kita sama-sama pandai berbohong soal perasaan. Tidak apa-apa. Kali ini aku berusaha memaklumi semuanya. Kita sama-sama tidak ingin melukai.
Wednesday, June 15, 2011
Friday, June 10, 2011
Senang dan Hilang
Dua rasa yang menghinggapi saat membayangkan aku meninggalkan kota ini. Senang dan hilang. Akan ada banyak hal baru disana yang sudah siap menyambut kehadiranku. Dan ada banyak hal yang akan kurindukan disini; kamar kost yang pengap, tanah-tanah ini, hembusan angin malam, deru motor si dia. Tiga per empat hati dan jiwaku sudah melekat di kota ini. Sayangnya kali ini aku tak punya pilihan selain pulang. Sangat berat rasanya saat kita harus meninggalkan hidup yang baru saja kita bangun. Harus memulai semuanya dari awal lagi -semoga saja tidak semuanya, semoga untuk urusan cinta, aku tidak perlu lagi membeli buku baru untuk menulis kisah disana-
Tuesday, June 7, 2011
Kebersamaan
Aku benar-benar menikmati kebersamaan kita belakangan ini. Kali ini aku tak menggunakan ego, keras kepala dan mau menang sendiri dalam menghadapi dirimu, aku berusaha bersikap tidak seperti biasanya. Masa-masa ini terlalu berharga jika hanya dihabiskan untuk bertengkar.
Membayangkannya saja aku sudah sangat merindukanmu. Aku akan rindu saat tiap pagi kita berangkat kerja bersama dan kau selalu meminta untuk mencium tanganku. Aku tidak tau pasti alasan kenapa kau suka melakukannya, tapi yang pasti adalah akupun sangat menikmati hal itu. Aku pasti akan merindukan ejekan-ejekan nakalmu tentang hidung ku, kakiku, perutku. Itu sangat menggelikan walau terkadang cukup menjengkelkan. Tapi aku tau kau mencintaiku apa adanya, itu hal yang paling penting.
Sebentar lagi aku melakukan semua hal tanpamu. Memang terdengar sepele, tapi aku benar-benar mengusahakannya dengan segenap hati dan perasaan. Ini lebih berat daripada membunuh seseorang.
Subscribe to:
Posts (Atom)

