Wednesday, April 27, 2011
Sengsara Itu Bagian Dari Nikmat
Setangkai mawar lemas karena sengatan matahari yang belakangan ini bersinar terlalu terik. Ia pun protes kepada si matahari yang garang, "Hai matahari, tidakkah kau lihat kelopakku mulai berguguran, batangku seakan tak mampu lagi menopangku, aku kering kerontang karena mu. Tidakkah kau iba melihat yang lain juga tersiksa karena pancaran sinarmu yang angkuh itu?". Si matahari menjawab sambil tersenyum,
Tuesday, April 26, 2011
Merindukannya
Panas menyengat hari ini, membakar kulit. Melihat matahari yang begitu bersemangat, melayangkan ingatan ku pada bapak, dia pasti sedang berasyik-masyuk dengan pekerjaannya yang jauh disana. A contractor. Kulitnya hitam dan kusam, terkadang juga membawa oleh-oleh luka baretan atau tusukan karena terlalu akrab dengan matahari, debu dan peralatan kerjanya. Dari benih laki-laki yang ditanam dirahim ibuku itulah aku lahir. Demi Tuhan betapa aku bangga menjadi anaknya. Bapak adalah laki-laki luar biasa. Aku merindukan nya detik ini.
Thursday, April 21, 2011
Agama
Saya dibuat berpikir banyak setelah melihat drama film The Blind Side, ada sisi lain dari saya yang terkoyak dan dipojokkan. Ketulusan dan kepedulian yang belum begitu melekat kuat di dalam diri ini saya pertanyakan. Iri rasanya melihat Ny. Leigh Anne Touhy, seorang wanita kristen yang luar biasa, yang mampu mengubah hidup seseorang, from nothing to be something, even to be special thing. Dibanding saya yang sampai saat ini belum mampu memberikan apapun untuk dunia.
Tuesday, April 19, 2011
Orang Sukses dan Orang Gagal
Orang sukses itu tidak identik dengan orang kaya dan orang gagal itu tidak identik dengan miskin. Menang kalahnya seseorang, atau sukses gagalnya seseorang, tidak ditentukan oleh apakah ia kaya atau ia miskin, melainkan oleh kekalahan atau kemenangan mental orang itu terhadap kekayaan atau kemiskinan.
-Emha Ainun Nadjib-
-Emha Ainun Nadjib-
Monday, April 18, 2011
Berkat
Hari-hari ku tak lebih baik dari kemarin, hari ini malah tak bersemangat sama sekali. Pekerjaan menumpuk, aku tak terlalu peduli, kubiarkan saja. Bosan, lelah, sedikit frustasi menghadapi segala nya belakang ini. Nafsu makan tak terkontrol membuat keadaan menjadi semakin buruk. Tuhan kasihanilah aku..Thursday, April 14, 2011
Kejiwaan
Aku ingin mencoba mendefinisikan diriku sendiri. Yah hitung-hitung aku masih punya usaha untuk introspeksi diri. Pertengkaran dalam suatu hubungan itu biasa, tapi entah kenapa pertengkaran tadi malam begitu hebat, membuat ku jadi lebih banyak berpikir.
Friday, April 8, 2011
Belajar Ikhlas
Badan rasanya remuk, perasaan rasanya berkecamuk, tapi asa masih ku layangkan pada keajaiban dan keberuntungan hidup, oleh karenanya aku tak berhenti berlari. Sore ini semua hal mulai bisa kuterima dengan lapang dada. Bukan hanya mulut yang berucap memahami kehendak Tuhan, tapi hati pun ku ajari untuk ikhlas. Besok akan ku songsong hari dengan senyum. Aku percaya pada kekuatan cinta. Cinta Tuhan, cinta keluarga ku, cinta kekasih ku. Aku percaya bahwa cinta mereka akan membuat ku baik-baik saja.
Lelah
Hari ini merupakan hari yang berat buat ku. Mata ini panas rasanya menahan gelombang air yang seakan ingin tumpah untuk mewakili kekecewaan hati pada kenyataan dan semakin panas karena ingin membuktikan bahwasanya aku bukanlah gadis cengeng yang ambruk oleh tamparan-tamparan kecil.
Saturday, April 2, 2011
Masalah
Hidup memang asem asin, manis pahit. Aneka rasa, aneka warna. Mengurai tangis, mengurai tawa, dan kadang menggoreskan luka. Kemarin merupakan hari yang berat yang mesti dilewati, dia (belahan jiwa ku) begitu sedih dan rapuh kehilangan pekerjaan yang mana memang dari awal pekerjaan itu tidak menjanjikan apa-apa. Malam tadi kulihat wajahnya begitu sayu dan redup,
Friday, April 1, 2011
Berharap
Hujan lagi-lagi mengguyur bumi siang ini, aku hanya menatapnya datar dari balik jendela dan meja kerja ku. Ku amati titik-titiknya, siapa tau ada kerikil emas yang turun. Konyol memang, tapi aku tak mau berhenti dengan imajinasi gila ku itu. Toh mengahayal saja tidak dosa to?Uang kadang bisa membuat seseorang menjadi agak kehilangan kewarasannya, seperti aku. Hidup ku sekarang memang tidak pernah kekurangan, pendapatan ku cukup untuk memenuhi semua kebutuhan pribadi ku, ku syukuri semua itu, hanya saja ada ambisi lain yang menginginkan hal yang lebih dari itu, kurasa hal seperti itu tidak lah buruk, bukankah naluriah, manusiawi. Dan jikalau ditilik lagi, keinginan untuk mendapatkan yang lebih dari sekarang ini bukanlah tanpa sebab dan serakah.
Subscribe to:
Posts (Atom)

