Tuesday, September 6, 2011
Being A Loser
Hampir dua bulan sudah waktu berlalu, berkesan sekali. Sayangnya kali ini kesan yang tertinggal tidak sebanding dengan apa yang sudah dengan sekuat tenaga ku relakan semata-mata untuk kelegaan dan kebahagiannya. Aku seakan dipecundangi keadaan.
Wednesday, June 15, 2011
Perasaan Yang Tersembunyi
Kemarin, tidak banyak hal yang terjadi. Kau dan aku menghabiskan waktu seperti biasa. Bertengkar sepele seperti biasa. Semuanya sama seperti biasa, biasa-biasa saja. Namun andai saja hati punya jendela, kita bisa menilik kedalamnya, ia sedang berjalan mondar-mandir diruang tamunya, cemas akan sesuatu. Hati kita sedang resah. Ternyata kita sama-sama pandai berbohong soal perasaan. Tidak apa-apa. Kali ini aku berusaha memaklumi semuanya. Kita sama-sama tidak ingin melukai.
Friday, June 10, 2011
Senang dan Hilang
Dua rasa yang menghinggapi saat membayangkan aku meninggalkan kota ini. Senang dan hilang. Akan ada banyak hal baru disana yang sudah siap menyambut kehadiranku. Dan ada banyak hal yang akan kurindukan disini; kamar kost yang pengap, tanah-tanah ini, hembusan angin malam, deru motor si dia. Tiga per empat hati dan jiwaku sudah melekat di kota ini. Sayangnya kali ini aku tak punya pilihan selain pulang. Sangat berat rasanya saat kita harus meninggalkan hidup yang baru saja kita bangun. Harus memulai semuanya dari awal lagi -semoga saja tidak semuanya, semoga untuk urusan cinta, aku tidak perlu lagi membeli buku baru untuk menulis kisah disana-
Tuesday, June 7, 2011
Kebersamaan
Aku benar-benar menikmati kebersamaan kita belakangan ini. Kali ini aku tak menggunakan ego, keras kepala dan mau menang sendiri dalam menghadapi dirimu, aku berusaha bersikap tidak seperti biasanya. Masa-masa ini terlalu berharga jika hanya dihabiskan untuk bertengkar.
Membayangkannya saja aku sudah sangat merindukanmu. Aku akan rindu saat tiap pagi kita berangkat kerja bersama dan kau selalu meminta untuk mencium tanganku. Aku tidak tau pasti alasan kenapa kau suka melakukannya, tapi yang pasti adalah akupun sangat menikmati hal itu. Aku pasti akan merindukan ejekan-ejekan nakalmu tentang hidung ku, kakiku, perutku. Itu sangat menggelikan walau terkadang cukup menjengkelkan. Tapi aku tau kau mencintaiku apa adanya, itu hal yang paling penting.
Sebentar lagi aku melakukan semua hal tanpamu. Memang terdengar sepele, tapi aku benar-benar mengusahakannya dengan segenap hati dan perasaan. Ini lebih berat daripada membunuh seseorang.
Saturday, May 7, 2011
Insomnia
Seharian aku menghabiskan waktu diluar,bersama pekerjaan dan urusan lainnya. Cuaca hari ini panas sekali, matahari benar-benar memanggang bumi, semakin membuat tubuh tak berdaya, kelelahan. Jam sepuluh malam aku baru bisa bermesraan dengan bantal dan kasur. Niat hati ingin langsung tidur, lampu kamar dimatikan, musik mellow diputar, agar badan bisa relaks dan cepat terlelap. Tapi ternyata mata tak bisa diajak kompromi, terus saja nyalang dan mengajak pikiran berpetualang ke dunia tanpa batas.Wednesday, May 4, 2011
Pencarian Semu
Dunia memang penuh warna. Merah, kuning, oranye, biru, ungu, hijau. Warna-warni. Tapi tidak untukmu. Duniamu hitam dan putih. Datar. Hambar. Aku tak ingin menyalahkanmu atas itu. Hanya saja, aku ingin berusaha menggali apa yang ada dibalik cara kerja hati dan pikiran mu. Hidup, mati, daun yang gugur, angin yang berhembus bahkan nyamuk yang tiba-tiba menggigit kulit kita detik ini pun sudah ada garisnya dari Yang Esa.
Tuesday, May 3, 2011
Kekuatan Hati
Monday, May 2, 2011
Menunggu Kepastian
Hujan deras mengguyur bumi pagi ini, membuat malas untuk beranjak dari peraduan. Tapi apa mau dikata, segala tuntutan kewajiban harus dipenuhi. Aku bangun terlambat, lalu dengan lunglai kuambil handuk dan mandi. Tidak seperti biasanya, aku mandi cepat-cepat, dingin membuat ku tak betah bermain bersama air dan sabun, menggigil. Aku meninggalkan kamar ku yang masih berantakan, bahkan selimut saja tak sempat lagi dilipat, ah sudahlah, biarkan saja. Aku harus berangkat kerja ditengah hujan deras ini.
Wednesday, April 27, 2011
Sengsara Itu Bagian Dari Nikmat
Setangkai mawar lemas karena sengatan matahari yang belakangan ini bersinar terlalu terik. Ia pun protes kepada si matahari yang garang, "Hai matahari, tidakkah kau lihat kelopakku mulai berguguran, batangku seakan tak mampu lagi menopangku, aku kering kerontang karena mu. Tidakkah kau iba melihat yang lain juga tersiksa karena pancaran sinarmu yang angkuh itu?". Si matahari menjawab sambil tersenyum,
Tuesday, April 26, 2011
Merindukannya
Panas menyengat hari ini, membakar kulit. Melihat matahari yang begitu bersemangat, melayangkan ingatan ku pada bapak, dia pasti sedang berasyik-masyuk dengan pekerjaannya yang jauh disana. A contractor. Kulitnya hitam dan kusam, terkadang juga membawa oleh-oleh luka baretan atau tusukan karena terlalu akrab dengan matahari, debu dan peralatan kerjanya. Dari benih laki-laki yang ditanam dirahim ibuku itulah aku lahir. Demi Tuhan betapa aku bangga menjadi anaknya. Bapak adalah laki-laki luar biasa. Aku merindukan nya detik ini.
Thursday, April 21, 2011
Agama
Saya dibuat berpikir banyak setelah melihat drama film The Blind Side, ada sisi lain dari saya yang terkoyak dan dipojokkan. Ketulusan dan kepedulian yang belum begitu melekat kuat di dalam diri ini saya pertanyakan. Iri rasanya melihat Ny. Leigh Anne Touhy, seorang wanita kristen yang luar biasa, yang mampu mengubah hidup seseorang, from nothing to be something, even to be special thing. Dibanding saya yang sampai saat ini belum mampu memberikan apapun untuk dunia.
Tuesday, April 19, 2011
Orang Sukses dan Orang Gagal
Orang sukses itu tidak identik dengan orang kaya dan orang gagal itu tidak identik dengan miskin. Menang kalahnya seseorang, atau sukses gagalnya seseorang, tidak ditentukan oleh apakah ia kaya atau ia miskin, melainkan oleh kekalahan atau kemenangan mental orang itu terhadap kekayaan atau kemiskinan.
-Emha Ainun Nadjib-
-Emha Ainun Nadjib-
Monday, April 18, 2011
Berkat
Hari-hari ku tak lebih baik dari kemarin, hari ini malah tak bersemangat sama sekali. Pekerjaan menumpuk, aku tak terlalu peduli, kubiarkan saja. Bosan, lelah, sedikit frustasi menghadapi segala nya belakang ini. Nafsu makan tak terkontrol membuat keadaan menjadi semakin buruk. Tuhan kasihanilah aku..Thursday, April 14, 2011
Kejiwaan
Aku ingin mencoba mendefinisikan diriku sendiri. Yah hitung-hitung aku masih punya usaha untuk introspeksi diri. Pertengkaran dalam suatu hubungan itu biasa, tapi entah kenapa pertengkaran tadi malam begitu hebat, membuat ku jadi lebih banyak berpikir.
Friday, April 8, 2011
Belajar Ikhlas
Badan rasanya remuk, perasaan rasanya berkecamuk, tapi asa masih ku layangkan pada keajaiban dan keberuntungan hidup, oleh karenanya aku tak berhenti berlari. Sore ini semua hal mulai bisa kuterima dengan lapang dada. Bukan hanya mulut yang berucap memahami kehendak Tuhan, tapi hati pun ku ajari untuk ikhlas. Besok akan ku songsong hari dengan senyum. Aku percaya pada kekuatan cinta. Cinta Tuhan, cinta keluarga ku, cinta kekasih ku. Aku percaya bahwa cinta mereka akan membuat ku baik-baik saja.
Lelah
Hari ini merupakan hari yang berat buat ku. Mata ini panas rasanya menahan gelombang air yang seakan ingin tumpah untuk mewakili kekecewaan hati pada kenyataan dan semakin panas karena ingin membuktikan bahwasanya aku bukanlah gadis cengeng yang ambruk oleh tamparan-tamparan kecil.
Saturday, April 2, 2011
Masalah
Hidup memang asem asin, manis pahit. Aneka rasa, aneka warna. Mengurai tangis, mengurai tawa, dan kadang menggoreskan luka. Kemarin merupakan hari yang berat yang mesti dilewati, dia (belahan jiwa ku) begitu sedih dan rapuh kehilangan pekerjaan yang mana memang dari awal pekerjaan itu tidak menjanjikan apa-apa. Malam tadi kulihat wajahnya begitu sayu dan redup,
Friday, April 1, 2011
Berharap
Hujan lagi-lagi mengguyur bumi siang ini, aku hanya menatapnya datar dari balik jendela dan meja kerja ku. Ku amati titik-titiknya, siapa tau ada kerikil emas yang turun. Konyol memang, tapi aku tak mau berhenti dengan imajinasi gila ku itu. Toh mengahayal saja tidak dosa to?Uang kadang bisa membuat seseorang menjadi agak kehilangan kewarasannya, seperti aku. Hidup ku sekarang memang tidak pernah kekurangan, pendapatan ku cukup untuk memenuhi semua kebutuhan pribadi ku, ku syukuri semua itu, hanya saja ada ambisi lain yang menginginkan hal yang lebih dari itu, kurasa hal seperti itu tidak lah buruk, bukankah naluriah, manusiawi. Dan jikalau ditilik lagi, keinginan untuk mendapatkan yang lebih dari sekarang ini bukanlah tanpa sebab dan serakah.
Thursday, March 31, 2011
Bertahan
Hari ini kujalani hari seperti biasanya, berkutat dengan laporan keuangan seharian. Aku sangat berusaha untuk menikmati dunia yang menjemukan ini. Kucoba membuka pikiran yang lebih lega, perasaan yang lebih legawa, agar aku lebih bisa menjadi manusia yang bersyukur. Bukankah hidup itu adalah sebuah pilihan, memilih antara dua pilihan. Yes or no. Hitam atau putih. Benar atau salah. Dan untuk memilih yang benar itu bukan tanpa rintangan, butuh pengorbanan yang besar untuk sekedar berjalan di rute yang benar.
Friday, February 25, 2011
Pulang dari Pelarian
Pekerjaan berhasil menggerogoti waktuku walau hanya untuk sekedar bersenang-senang. Segala hal tak lagi santai dan indah seperti dulu. Badan remuk redam karena seharian bergelut dengan pekerjaan. Sial. Tapi inilah hidup, semua ada konsekuensinya. Jika ingin mendapatkan sesuatu maka kita harus siap menumbalkan sesuatu.Keterbatasan ku dalam menghadapi semua ego dunia kadang membuatku rapuh. Semuanya terasa berat dan tak ada jalan keluar, ruwet, kacau. Kalau sudah begini, ujung-ujungnya baru berpikir untuk mengadu pada yang paling pantas untuk menjadi tempat mengadu.
Subscribe to:
Posts (Atom)





