Tuesday, September 30, 2014

Tawaqal

Sekali lagi BERSABAR adalah kata yang tepat.

Tepat untuk menahan ego dan ambisi akan suatu hal.
Tepat untuk mewakili sebuah ketidakberdayaan (hopeless).
Tepat untuk memotivasi diri agar harus lebih kuat, keep fighting, bla bla bla...
(alias tepatnya adalah untuk menghibur diri).

Dunia terlalu penuh dengan iming-iming kefanaan padahal tak menjanjikan, manusia saja yang bodoh mau-maunya tertipu.
Kalau mau main aman, jadi orang jangan punya ambisi, jangan jadi manusia ambisius. Pasti lempeng hidupnya.

Ga usah ngiler liat boyfriend jeans di OL shop, ga usah juling liat hot stilettos, ga usah  kejang liat tongkrongan ford, fiesta atau nissan di garasi mobil orang. Ga usah mupeng liat lantai marmer orang mengkilap lebih kinclong daripada kulit muka kita. Biarin, biarin aja, ga usah di pikirin - tapi mesti diratapi dalem-dalem ;'((

Intinya sih hidup itu selalu penuh kejutan dan pasti menawarkan pilihan. Kadangkala manusia saja yang belagak buta dan tuli untuk menentukan yang mana yang harus dipijaki. Solusinya apa biar hidup ga gamang dan penuh kebimbangan? Tuhan.



*bersabar itu adalah obat penyembuh bukan alasan sebuah kegagalan atau ketidakberdayaan

Tuesday, August 12, 2014

Hopeless

Terkadang apa yang kita mau dan kita usahakan dengan sekuat tenaga pun bisa jadi bukan milik kita.

Bersiap sedia untuk kecewa dan sakit hati adalah tameng paling mujarab untuk bisa bertahan.

Friday, August 8, 2014

Whatever Edisi Kesekian

Orang yang mengkhawatirkan segala hal yang belum tentu terjadi itu disebut gangguan mental apa ya? Mungkin aku butuh psikiater atau semacam bimbingan konseling agar tak terlampau khawatir akan banyak hal.

Ada yang menarik tadi malam. Selepas magrib kami (me and my looooongg time boyfriend) keluar untuk makan sate diwarung sederhana langganan kami. Niat untuk duduk makan disana pupus karena warung penuh. Terpaksa si sate dibungkus. Sembari menunggu sate matang dibakar, kami duduk. Dia hanya asyik mengutak-atik gadget murahnya. Sedangkan aku tak tertarik untuk memperhatikan update Blackberry Messenger atau yang lainnya. Aku hanya memperhatikan hiruk-pikuk jalan. Ada pasangan yang lewat memakai vespa butut tapi tetap terlihat asyik. Ada yang sedang dimabuk cinta naik motor mirip amplop dengan prangko, tak terpisahkan. Ada remaja hijaber yang lewat boncengan dengan sang ayah, seakan dunia malam ini bukanlah karakter dunianya yang syarat akan gegap-gempita dosa. Semuanya menarik. Seakan hal-hal tersebut menjadi hiburan tersendiri untuk sekedar melupakan masalah barang sekejap.

Tuhan memang Maha Pengasih. Kali ini aku di ajarkan untuk menjadi orang yang lebih baik.

Thursday, July 10, 2014

Kesabaran - Kebahagiaan

"Good thing come to those who wait"

Apa yang terjadi pada realita kehidupan kita tak semuanya murni hanya karena takdir. Tapi tentu hal-hal semacam faith (keyakinan), doa, dan usaha juga berperan penting untuk mengubah keadaan.

Coba kita tilik lagi isi doa-doa yang kita panjatkan guna kelangsungan hidup kita dan keluarga terkasih. Personally, saya tidak pernah berdoa muluk-muluk. Tidak meminta untuk menjadi pengubah sejarah, tidak mau menjadi orang terkenal, tidak ingin macam-macam. Tapi kalau dikasih lebih tidak menolak. Haha... Tapi benar saja, saat kita sudah larut dalam lantunan doa, larut dalam kekhusyukan, tak ada yang lebih penting ketimbang hubungan "baik" kita dan Tuhan - dalam hal ini keselamatan (dunia-akhirat).

Sering kali doa-doa kita isinya tentang meminta petunjuk, diampuni segala dosa, diberi kesabaran dan kekuatan, dijadikan manusia sholeh-sholehah. Tapi terkadang kita lupa semua hal baik itu ada ujiannya. Tak ada yang instant berlaku didunia ini - kecuali mie instant (itu pun tetap perlu proses untuk memasaknya).

Beberapa bulan belakangan terasa begitu berat. Lagi-lagi ini perkara nikah yang tak juga terlaksana. Bukannya semakin mendekati kearah yang ingin di tuju tapi malah sebaliknya, seakan solusi jauh dari pandangan. Masalah keluarga, keuangan, prahara jalinan kasih secara intern, dll seakan semua tak ada habis-habisnya.

Terkadang ada perasaan berhak untuk menuntut hak pada-Nya, bahwasanya "Tuhan, kemarin aku memang meminta kesabaran dalam setiap masalah yang kuhadapi, sekarang aku meminta kebahagiaan atas kesabaranku, please!" sesaat kemudian Tuhan menjawab, "Orang yang sabar tak pernah lelah dan bosan untuk menunggu walau harus seumur hidup dan tak pernah merasa mempunyai hak atas kebahagiaan karena sesungguhnya dia telah bersama kebahagiaan itu sendiri". Lalu aku ternganga kemudian jatuh pingsan.


Tuesday, June 10, 2014

Hiduplah Seperti Spongebob

Spongebob Squarepants adalah tokoh kartun favorit anak-anak, termasuk aku juga (walaupun bukan golongan anak-anak lagi). Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah-kisah konyolnya.
Bodoh, culun, kampungaan, punya teman yang juga sama bodohnya, tapi merasa bahwa dunianya sempurna. Tak peduli pada hal-hal negative disekitarnya. Spongebob selalu bekerja sungguh-sungguh di Krusty's Crab walau sering kali di akali dan dimanfaatkan oleh si bos, Mr. Crab. Selalu diejek dan di benci oleh rekan kerja nya, Squidword. Tapi ia tetap optimis menantang dunia dengan positive thinking. Betapa nikmatnya hidup dengan segala hal positive tanpa terpengaruh oleh hal-hal tak penting dan tak membahagiakan.